Prancis dan Uni Eropa Bermitra untuk Membuat Pelabuhan Tersibuk di Indonesia Lebih Aman

RIAU24.COM - Prancis dan Uni Eropa bermitra untuk membuat dua pelabuhan tersibuk di Indonesia lebih aman melalui serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas selama beberapa tahun mendatang.
Expertise France, badan publik Prancis untuk kerja sama teknis internasional, bersama Uni Eropa menandatangani nota kesepahaman tentang apa yang disebut proyek Keselamatan Pelabuhan Global di Jakarta pada hari Rabu. Penandatanganan tersebut berlangsung selama kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot ke Indonesia.
Menurut Barrot, proyek tersebut akan difokuskan pada peningkatan keselamatan dan ketahanan pelabuhan di 12 pelabuhan di 8 negara terpilih di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia, program tersebut secara khusus menargetkan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.
"Proyek ini bertujuan untuk membekali pelabuhan dengan kemampuan untuk menangani masalah keamanan, termasuk kebakaran dan kecelakaan kapal, [serta] masalah keberlanjutan dan ketahanan. ... Keselamatan navigasi dan koneksi maritim menjadi lebih penting dari sebelumnya," kata Barrot kepada pers pada upacara penandatanganan dokumen tersebut.
Seluruh inisiatif Keselamatan Pelabuhan Global memiliki biaya sebesar 8,5 juta euro (sekitar $9,2 juta) selama empat tahun ke depan. Baik Prancis maupun Uni Eropa akan menanggung biayanya. Blok Eropa akan mendanai 6 juta euro, sementara Prancis akan menyediakan sisa 2,5 juta euro.
Proyek Keselamatan Pelabuhan Global akan menggunakan dana tersebut untuk kegiatan peningkatan kapasitas dalam pencegahan risiko dan manajemen insiden. Proyek ini juga akan mendatangkan para ahli untuk memfasilitasi pertukaran praktik terbaik dan memasok peralatan ke pelabuhan-pelabuhan yang menjadi sasaran.