Esensi Sholat Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dan Makna Syukur dalam Islam

Esensi Sholat Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dan Makna Syukur dalam Islam. (ilustrasi)
وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185)
Dengan sholat Idul Fitri, umat Islam diajak untuk mengagungkan asma Allah melalui takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk syukur atas hidayah dan rahmat-Nya.
2. Kembali kepada Fitrah dan Kesucian Diri
Idul Fitri berasal dari kata “fitrah” yang berarti kesucian. Setelah menjalani ibadah puasa, seorang Muslim diharapkan kembali ke kondisi fitrah—suci dari dosa seperti bayi yang baru lahir.
Rasulullah SAW bersabda: