Menu

Esensi Sholat Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dan Makna Syukur dalam Islam

Zuratul 29 Mar 2025, 15:51
Esensi Sholat Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dan Makna Syukur dalam Islam. (ilustrasi)
Esensi Sholat Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dan Makna Syukur dalam Islam. (ilustrasi)

RIAU24.COM -Sholat Idul Fitri merupakan salah satu momen sakral bagi umat Islam yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan.

Lebih dari sekadar perayaan, sholat Id menjadi sarana refleksi diri dan penguatan spiritual.

Dalam pelaksanaannya, seorang Muslim mendapatkan berbagai esensi dan makna mendalam yang bersumber dari ajaran Islam.

1. Ungkapan Syukur atas Nikmat Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang diakhiri dengan Idul Fitri sebagai wujud kemenangan bagi orang-orang beriman. Sholat Id menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat dan ampunan Allah SWT setelah menjalani ibadah puasa sebulan penuh.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185)

Dengan sholat Idul Fitri, umat Islam diajak untuk mengagungkan asma Allah melalui takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk syukur atas hidayah dan rahmat-Nya.

2. Kembali kepada Fitrah dan Kesucian Diri

Idul Fitri berasal dari kata “fitrah” yang berarti kesucian. Setelah menjalani ibadah puasa, seorang Muslim diharapkan kembali ke kondisi fitrah—suci dari dosa seperti bayi yang baru lahir.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Momentum Idul Fitri menjadi saat yang tepat untuk memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan penuh ketakwaan.

3. Peningkatan Kualitas Iman dan Takwa

Sholat Id mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga keberhasilan dalam mengendalikan hawa nafsu.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Al-Ahqaf: 13)

Sholat Id menjadi salah satu bentuk istiqamah dalam beribadah setelah Ramadhan, mengajarkan umat Islam untuk tetap menjaga ketakwaan sepanjang tahun.

4. Mempererat Silaturahmi dan Persaudaraan

Sholat Id dilaksanakan secara berjamaah, memperlihatkan kebersamaan dan persatuan umat Islam. Setelah sholat, umat Islam dianjurkan untuk saling bermaafan, menghapus kesalahan masa lalu, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ

"Barang siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal ini menunjukkan bahwa Islam menekankan pentingnya kasih sayang, memaafkan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

5. Pembelajaran tentang Kepedulian Sosial

Sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri, umat Islam diwajibkan untuk membayar zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Ini mengajarkan nilai solidaritas agar setiap orang dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.

Rasulullah SAW bersabda:

طَهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

"Zakat fitrah itu untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor serta untuk memberi makan kepada orang miskin." (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Melalui zakat fitrah, umat Islam diajarkan untuk tidak hanya memperhatikan ibadah pribadi, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sosial.

Sholat Idul Fitri bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen dalam beribadah kepada Allah SWT. Dengan memahami esensi yang terkandung dalam sholat ini, seorang Muslim dapat merasakan kebahagiaan yang hakiki serta mendapatkan keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

(***)