Menu

Nyawa Rakyat Lebih Penting dari Investasi, Ombudsman RI: Larang Pekerja dan Wisatawan China Masuk Indonesia

Siswandi 26 Jan 2020, 23:11
Pekerja asal Tiongkok yang berada di Sulawesi. Foto: int
Pekerja asal Tiongkok yang berada di Sulawesi. Foto: int

Dimasuki Pekerja Tiongkok 
Apalagi, hasil investigasi Ombudsman RI ke sejumlah daerah pada tahun 2018 menemukan fakta bahwa umumnya pekerja bekerja di smelter penanaman modal asing (PMA) asal China. Ia pun mencatat bahwa 70 persen penumpang pesawat yang masuk ke Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah melalui Bandar Udara Soekarno Hatta Cengkareng menuju Kendari adalah para buruh asal Cina.

"Setiap hari ada dua pesawat (Batik pukul 03.00 dan Lion pukul 06.00) dengan penumpang lebih dari 70 persen adalah para buruh asal China itu," ungkapnya lagi. 

Terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih mengatakan, Koronavirus yang menjangkiti RRT adalah virus Corona jenis baru yang dikenal sebagai Novel Coronavirus (2019-nCOV) yang belum terdapat vaksin untuk mencegahnya. Sementara ini, IDI meminta agar warga jangan panik namun tetap waspada apabila mengalami gejala demam, batuk, disertai kesulitan bernapas. 

"Apabila terjadi gejala tersebut, diharapkan segera mencari pertolongan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat," sarannya. 

Meski demikian, sejauh ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum merekomendasikan untuk pembatasan wisatawan atau perdagangan dengan China seperti yang diusulkan Ombudsman RI. 

Halaman: 123Lihat Semua