Rocky Gerung: Teror Kepala Babi itu Simbol Ketakutan

RIAU24.COM -Akademisi sekaligus Pengamat Politik Rocky Gerung memberian tanggapan tentang teror yang dialami oleh Kantor Tempo beberapa hari lalu.
Dia mengatakan peristiwa teror kepala babi yang dikirim ke kantor Tempo melebihi apa yang publik bayangkan bisa terjadi.
Rocky menyebut cara-cara intimidasi ini adalah merupakan kedangkalan dalam proses berpolitik.
“Saya simpulkan teror itu adalah bentuk kepengecutan, apalagi dalam politik,” kata Rocky melalui tayangan YouTube miliknya, Jumat, 21 Maret 2025.
Mantan Dosen Universitas Indonesia ini mempersilakan Tempo mengutipnya, ketika dihubungi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
Menurut Rocky, teror merupakan bentuk paling kasar dalam politik.
Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi ini meyakini bahwa teror dihasilkan dari kegagalan berargumentasi dalam kehidupan antar warga negara.
“Kita ingin memperbaiki cara cara kita berpolitik supaya ada kesetaraan dalam kehidupan berwarga negara. Dengan pikiran, bukan kekerasan,” kata dia.
Rocky mengatakan pers merupakan wilayah yang dihasilkan oleh peradaban demokrasi.
Oleh karena itu, pers tidak boleh dijadikan sasaran kemarahan saat mengkritik kekuasaan.
Kantor Tempo mendapat kiriman kepala babi pada Rabu, 19 Maret 2025. Kepala babi tersebut dibungkus kotak kardus yang dilapisi styrofoam.
Kotak berisi kepala babi tersebut ditujukan kepada “Cica” – Francisca Christy Rosana, jurnalis kompartemen nasional dan host siniar Bocor Alus Politik.
Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra menduga upaya ini sebagai teror terhadap karya jurnalistik Tempo.
"Kami mencurigai ini sebagai upaya teror dan melakukan langkah-langkah yang menghambat kerja jurnalistik," kata dia.
Dewan Pers mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku teror kepala babi terhadap jurnalis Tempo.
(***)