Cerita Wanita Singapura Pejuang Garis Dua, Melahirkan di Umur 51 usai 10 Kali IVF

Seiring berlalunya waktu dan Glenda bertambah tua, dia menjalani dua siklus IVF di mana dia hanya dapat menghasilkan satu sel telur, alih-alih 20 sel telur yang dapat diambil darinya saat dia pertama kali memulai perawatan.
"Saya sangat, sangat, sangat sedih. Saya rasa saya tidak siap secara mental untuk satu sel telur itu. Jadi secara emosional, saya benar-benar kacau," katanya.
Ia sempat pasrah menjalani hidup tanpa anak kandung pada percobaan ke-10 IVF-nya, dan mengatakan ia siap untuk berhenti, bahkan jika hasilnya tidak memuaskan. Ia menjalaninya tanpa ekspektasi apa pun, namun percobaan terakhir itu memberinya kehamilan yang sangat ia nanti-nantikan.
"Setelah satu dekade mencoba, saya hanya ingin menghabiskan waktu berkualitas dengannya, dan melakukan hal-hal yang akan membuatnya sehat dan bahagia," ungkapnya. ***