Menu

Masyarakat tak Sepakat Investor Asing Mampu Tumbuhkan Ekonomi Indonesia, Khususnya Dari Negara Ini

Siswandi 9 Aug 2020, 23:47
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Mayoritas masyarakat Indonesia tidak sepakat bahwa memperbesar masuknya investor asing dapat meningkatkan ekonomi nasional.  Dari tiga negara yang jadi rujukan, yakni China, Malaysia dan Jepang, penolakan terbesar tertuju kepada investor asal China. 

Demikian salah satu temuan survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertema "Ekonomi Covid-19 dan Persepsi Publik Tentang Investasi Dari Luar Negeri", yang dilansir Minggu 9 Agustus 2020 

“Sekitar 54 persen warga tidak setuju dengan pendapat bahwa semakin banyak pengusaha dari luar negeri membuka usaha di negara kita maka semakin baik untuk ekonomi Indonesia. Yang setuju hanya 37 persen,” ungkap peneliti dan manajer program di SMRC, Saidman Ahmad, dalam keterangannya yang dilansir rmol.

Lebih lanjut, Saidman menjelaskan, walapun sentimen terhadap investor dari luar negeri itu negatif. Tetapi ada sedikit variasi dilihat dari tiga kasus asal negara investor: Malaysia, RRC, dan Jepang. 

“Hanya 30 persen dari warga yang setuju bahwa pengusaha dari RRC yang membuka usaha di Indonesia akan membuat ekonomi Indonesia semakin baik. Yang setuju dengan pengusaha dari Malaysia 33 persen, dan lebih tinggi untuk pengusaha dari Jepang 41 persen," tambahnya lagi. 

Survei ini dilakukan selama 29 Juli hingga 1 Agustus yang diikuti oleh 1.203 responden yang dipilih secara acak. Responden dipilih dengan catatan berusia 17 tahun ke atas, memiliki telepon dari 34 provinsi. Margin of error survei yang dipakai plus minus 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. ***

Halaman: Lihat Semua