Jepang Uji Coba Kereta Tercepat di Dunia, Begini Spesifikasi dan Kecepatannya
RIAU24.COM - Jepang akan menguji coba kereta tercepat yang nanti mampu melaju dengan kecepatan 400 km per jam, Jumat pekan ini. Uji coba itu dilaksanakan pada malam hari di jaringan rel kereta antara Sendai dan Aomori dengan jarak 280 km.
Meski tahap awal kereta Shinkansen versi ALFA-X hanya dioperasikan dengan kecepatan 360 km per jam, namun ia tetap menjadi kereta paling cepat di dunia. ALFA-X mengalahkan kereta Fuxing China yang melaju 10 km per jam lebih lambat dari ALFA-X, tetapi desain dan kemampuannya sama dengan ALFA-X.
Nanti ALFA-X akan diuji coba selama dua kali dalam satu pekan. ALFA-X memiliki bentuk berwarna perak. Model kereta itu sangat futuristik dengan 10 gerbong dan hidung lokomotif yang panjang sekitar 72 kaki.
“Kita akan meningkatkan bukan hanya kecepatan, tapi juga keselamatan dan kenyamanan,” ucap Ichiro Ogawa, kepala pusat pengembangan dan penelitian JREast, kepada harian Mainichi. ALFA-X menandai tahapan baru pengembangan Shinkansen. Itu akan menjadi kereta paling cepat di masa depan.
Teknologi canggih juga menjadikan kereta tersebut tidak menimbulkan polusi yang berbahaya bagi lingkungan. Kereta itu memanfaatkan internet of things, big data, kecerdasan buatan, dan teknologi lainnya untuk menyesuaikan dengan perkembangan. ALFA-X juga menggunakan rem udara di atas dan menggunakan piringan magnetik di dekat rel kereta api untuk pengereman. Itu menjadi fitur tambahan selain rem konvensional.
Untuk suspensi, kereta itu menggunakan suspensi udara dengan bentuk kurva. Itu akan menjadikan penumpang merasa lebih nyaman. Sebagai tambahan, kereta itu juga memiliki sensor gerak supercanggih, sensor temperatur, dan banyak sensor lainnya. “Pengembangan Shinkansen generasi berikutnya berdasarkan konsep kunci performa superior, kenyamanan tingkat tinggi, lingkungan yang mendukung, dan pemeliharaan yang inovatif,” ungkap East Japan Railway Co (JR East) dalam keterangan resminya.
Karena Jepang sering mengalami gempa bumi, kereta ALFA-X juga didesain agar tidak anjlok dari rel saat gempa bumi terjadi. Ketika gempa bumi, kebanyakan kereta akan mengalami anjlok karena rel kereta api yang rusak. Kereta yang diproduksi Hitachi dan Kawasaki Heavy Industries itu diumumkan pada 4 Juli 2017 di mana JR East secara resmi mengumumkan rencana produksi 10 kereta ALFA-X.
Sistem listrik yang digunakan adalah 25 kV AC, 50 Hz dengan model pelistrikan overhead catenary. Kereta tersebut lebih cepat dibandingkan dengan kereta yang ada di Inggris, hanya 65 mil per jam. Sedangkan Eurostar hanya memiliki kecepatan maksimal 186 mil per jam. Jepang pertama kali mengungkapkan kereta supercepat Shinkansen ke dunia pada Olimpiade Tokyo 1964.
Investasi pembangunan rel sepanjang 1.750 km itu ditujukan untuk pengembangan kereta peluru dengan total anggaran bisa mencapai 114 miliar dolar Australia. Pemerintah Australia sebenarnya sudah sejak lama ingin mengembangkan kereta supercepat di dekat perairan sejak 1980-an. Namun, sejak awal proyek tersebut selalu terkendala dana investasi yang sangat besar.