Menu

Terimbas Covid-19, Produksi Sawit Nasional Melempem di Semester Pertama 2020

Satria Utama 13 Aug 2020, 07:51
Petani sawit
Petani sawit

RIAU24.COM -  Produksi industri sawit Indonesia di semester pertama tahun 2020 mengalami kontraksi. Data yang dirilis Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi minyak sawit Indonesia (crude palm oil/CPO) dan turunannya tercatat sebesar 23,5 juta ton, turun 9% dari produksi semester I-2019 yang tercatat mencapai 25,88 juta ton.

Sebagai perbandingan, produksi CPO pada 2019 mencapai 51,8 juta ton, meningkat 9% dibanding 2018 yang hanya mencapai 47,3 juta ton meskipun tahun lalu sempat terkendala musim kemarau yang berkepanjangan dan kebakaran hutan.

Menurut Ketua Umum Gapki Joko Supriyono, dari sisi produksi minyak sawit, pada Januari-Juni 2020 memang masih terkontraksi dibandingkan dengan Januari-Juni 2019 sebesar 9% dan produk gabungan sawit dan lainnya minus 10%.

"Namun dilihat dari tren Januari ke Juni tren grafiknya naik terus, kendati kalau dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu masih kontraksi," katanya, dalam konferensi pers yang disiarkan lewat akun YouTube Gapki, Rabu (12/8/2020).

Wakil Presiden PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) ini mengatakan faktor utama penurunan produksi ini bukan disebabkan pandemi Covid-19. Penurunan lebih disebabkan rentetan anjloknya harga sawit di 2018 yang menyebabkan perawatan tanaman tak optimal dan cuaca kering berkepanjangan di 2019.

Namun, pihaknya optimistis produksi minyak sawit di kuartal berikutnya akan naik meskipun dia belum bisa memprediksi angkanya.

Joko menambahkan di tengah pandemi Covid-19 dan kontraksi perekonomian dalam negeri, kinerja industri sawit masih cukup positif.

Sepanjang semester I-2020 ini, ekspor sawit tercatat sebesar 15,50 juta ton dari periode yang sama tahun lalu 17,56 juta, sementara konsumsi dalam negeri tercatat sebesar 8,66 juta ton.

"Kontraksi 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengingat secara bulanan tidak pernah lebih tinggi dari pencapaian bulanan di tahun lalu," kata Joko.

Tahun lalu, ekspor CPO dan turunannya mencapai 36,17 juta ton, naik 4,2% dari capaian pada periode sama tahun sebelumnya 34,70 juta ton.***