Menu

Meninggal Karena Tertusuk Batang Kelor, Keluarga Rebut Jenazah Dari Tim Gugus Tugas Covid-19

Ryan Edi Saputra 5 Jul 2020, 22:44
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

RIAU24.COM - SULAWESI - Aksi penolakan warga terhadap pemakaman jenazah 2019 menggunakan protokol kesehatan kembali viral. Keluarga mengambil paksa jenazah tersebut lantaran tidak terima apabila dikatakan meninggal karena terinfeksi covid 19.

Keluarga meyakini, jenazah tersebut meninggal karena tertusuk batang kelor bukan karena terinfeksi covid 19.

Kejadian viral tersebut terjadi di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Awalnya, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Jeneponto yang memakamkan pasien yang terkonfirmasi COVID-19 di Kampung Beru, Kelurahan Manjang Loe, pada Sabtu 4 Juli 2020.

Akan tetapi, maksud petugas petugas medis tersebut tidak dapat terealisasi karena dihadang oleh keluarga korban dan warga setempat.

Pada prosesnya, sempat terjadi ketegangan antara petugas medis dengan keluarga. bahkan, sejumlah warga sampai melakukan intimidasi terhadap petugas medis dengan membawa senjata tajam.

Tak Ayal, menghadapi warga tersebut para petugas medis hanya bisa diam karena tidak ada pengawalan dari petugas TNI polri di lokasi kejadian seperti disiarkan oleh tvOne, sebagaimana dikutip dari Viva.co.id (5/7/2020).

Melihat petugas medis yang sudah tidak bisa melawan, para warga di lokasi kejadian membuka peti mati dan membongkar pembungkus jenazah. Mereka pun mengeluarkan jenazah tersebut tanpa menggunakan alat pelindung diri.

Sebagaimana dilaporkan, pasien tersebut masuk ke RSUD Lanto Daeng Pasewang pada Rabu, 1 Juli 2020. Pasien tersebut menderita keluhan sakit perut setelah tertusuk batang pohon kelor. Anehnya, ternyata hasil tes swab menunjukkan bahwa pasien tersebut positif terinfeksi covid 19 sehingga pemakamannya pun harus sesuai protokol kesehatan.