Menu

Tak Dimasukkan Zulkifli Hasan dalam Daftar Pengurus, Amien Rais pun Terbuang dari PAN,

Satria Utama 26 Mar 2020, 09:11
Amien rais dan ZUlkifli Hasan
Amien rais dan ZUlkifli Hasan

RIAU24.COM - JAKARTA -  Nama pendiri PAN Amien Rais remi terbuang dari formasi pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025. Selain Amien, nama Mulfachri Harahap yang merupakan kompetitor Zulkifli Hasan saat Kongres juga terpental dari daftar kepengurusan yang diumumkan Rabu siang (25/3).

Menurut pengamat politik yang juga Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rifan, keputusan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan tidak melibatkan Amien Rais dan Mulfachri lebih dikarenakan ingin menghilangkan bayang-bayang pengaruh Amien Rais.

Apalagi, dalam sejarah Kongres PAN, konflik dalam perebutan kursi ketua Umum Partai berlambang Matahari terbit itu sangatlah tajam. Sehingga menguatkan alasan Zulhas untuk menghilangkan intervensi dari sang besannya itu.

“Sepertinya PAN ingin lahir kembali tanpa bayang-bayang pengaruh Amien Rais. Zulhas tidak ingin setiap keputusan politiknya diintervensi oleh Amien Rais,” ujar Ali, Kamis (26/3) seperti dilansir pojoksatu.id.

Selain itu, menurut Mantan Manajer Riset Poltracking ini, keberanian Zulhas menyingkirkan Amien Rais menguatkan PAN akan merapat ke Pemerintahan Joko Widodo.

Ali melihat, dipilihnya Sutrisno Bachir sebagai Ketua Dewan Kehormatan adalah salah satu indikasinya. “Ada kemungkinan Zulhas ingin merapat ke pemerintah. Selama ini kan ganjalannya pasti Amien Rais. SB (Sutrisno Bachir) adalah sosok tokoh senior PAN yang rasa-rasanya punya kedekatan dengan Jokowi,” tandas Ali.

Ali mengatakan, jika PAN ingin jadi partai yang modern, maka keputusan Zulhas tidak mengkultuskan Amien Rais sebagai tokoh sentral partai adalah tepat. Sebuah partai modern kata Ali, memiliki ciri tidak hanya bertumpu pada satu sosok dan sistem kelembagaan partainya kuat.

“Kalau ingin besar PAN memang harus keluar dari zona itu. Segmentasi politik Amien Rais kan itu-itu saja, agak sulit meningkatkan elektoral,” ujar Ali Rif’an.***