Menu

Kabur dari Karantina, Pejabat Korea Utara yang Terinfeksi Virus Corona Ditembak Mati

Ryan Edi Saputra 15 Feb 2020, 14:12
Iluatrasi virua corona
Iluatrasi virua corona

RIAU24.COM -  JAKARTA - Mewabahnya virus Corona Covid-19 membuat pemerintah dari berbagai negara di dunia terus waspada. Pasalnya tak hanya di China, virus tersebut telah menginfeksi korban di banyak negara lain salah satunya Korea Utara.

Dilansir dari liputan6.com, Sabtu (15/2/2020). Pemerintah Korea Utara nampaknya tak segan mengambil langkah tegas untuk mencegah virus tersebut semakin meluas di negaranya. Pasalnya baru-baru ini mereka telah menembak mati seorang pejabat negaranya sendiri yang terinfeksi virus Corona.

Namun bukan tanpa alasan, menurut surat kabar Korea Selatan, Dong-a Ilbo, seorang pejabat Korea Utara dilaporkan telah ditembak mati karena pergi ke fasilitas pemandian umum ketika dia seharusnya berada di karantina.

Pejabat yang tak disebutkan namanya itu ditangkap sesaat sebelum ditembak karena menimbulkan risiko menyebarkan virus Corona saat berkunjung ke pemandian umum.

Dikabarkan bahwa pejabat tersebut dikarantina karena diduga terjangkit virus Corona setelah pulang dari China. Namun lantaran melanggar hukum militer, dia harus dieksekusi.

Hal ini juga berlaku bagi siapa saja yang berada di karantina. Jika mereka berani keluar dari karantina tanpa ijin akan dieksekusi sesuai dengan hukum yang berlaku. 

Seperti diketahui, Virus Corona Covid-19 nampaknya kian merajalela. Korban meninggal akibat terinfeksi virus ini di China bahkan telah melewati angka 1.500. Dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (15/2/2020), komisi kesehatan provinsi Hubei juga melaporkan 2.420 kasus baru jenis COVID-19, sekitar setengah dari jumlah hari sebelumnya.

Setidaknya 1.519 orang kini telah meninggal dengan lebih dari 66.000 orang kini telah terinfeksi, dengan sebagian besar kematian terjadi di Hubei.

Sebelumnya organisasi kesehatan dunia WHO bahkan telah menetapkan status darurat virus Corona di tengah meningkatnya jumlah korban tewas akibat virus tersebut yang kini telah menyebar ke sejumlah negara.