Menu

Masalah Dengan Iran Belum Selesai, Presiden Donald Trump Masih Ditunggu Persoalan Nuklir Korut

Riki Ariyanto 14 Jan 2020, 21:31
Presiden Amerika Donald Trump saat bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (foto/int)
Presiden Amerika Donald Trump saat bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (foto/int)

RIAU24.COM -  Selasa 14 Januari 2020, Belum selesai masalah Amerika Serikat (AS) dengan Republik Islam Iran, Presiden Donald Trump masih ditunggu menyelesaikan soal nuklir Korea Utara (Korut). Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom menuturkan saat ini dialog denuklirisasi antara Presiden Donald Trump, dengan Kim Jong-un mandek.

zxc1

Seperti dilansir dari Okezone, perundingan kedua pemimpin berhenti sementara. “Perundingan Korea Utara masih berlanjut, namun demikian perundingan antara Donald Trump dan Kim Jong-un masih mandek. Kami menyayangkan hal tersebut,” sebut Kim Chang-beom saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (14 Januari 2020).

Kim Chang-beom menuturkan, pada Selasa pagi waktu Korsel, Presiden Moon Jae-in juga membahas isu Semenanjung Korea termasuk dialog antara Korea Utara (Korut) dan Paman Sam.

zxc2

Reuters melaporkan Presiden Moon sebut bahwa Korea Utara (Korut) menegaskan pintu dialog dengan AS tidak ditutup. Hanya saja Korea Utara (Korut) menekankan dialog kedua negara dapat terbuka kembali jika tuntutan Korut diterima Amerika Serikat (AS).

“Saya melihat mereka tidak menutup kemungkinan berdialog kembali dengan AS, mereka tetap membuka peluang berdialog kembali dengan AS, tetapi mereka meminta syarat yang sangat tinggi,” tutur Dubes Kim Chang-beom tanpa menyebut syarat yang diajukan Korea Utara (Korut).

Sebagai informasi Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un terakhir bertemu di Zona Demiliterisasi Korea pada Juli 2019. Hanya saja negosiasi denuklirasi Korut, dan AS mengabaikan tenggat waktu akhir tahun yang ditetapkan oleh Kim Jong-un.

Pekan lalu, Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menerima surat ucapan ulang tahun dari Donald Trump. Dubes Kim berharap dengan ucapan selamat itu bisa membuka kedua belah pihak untuk berdialog kembali.

“Walaupun dialog Korut dan AS masih mandek, tapi kami berharap dengan ucapan selamat dari Trump bisa membuka kedua belah pihak untuk berdialog kembali,” tutur Dubes Korsel untuk Indonesia, Kim Chang-beom. (Riki)