Menu

Investasi Ilegal MeMiles Seret Pejabat Kanwilkumham Riau, Satu Mobil Mewah Disita

Khairul Amri 14 Jan 2020, 20:52
Sebuah mobil milik MH yang diduga hasil dari reward Investasi Ilegal MiMiles disita polisi.
Sebuah mobil milik MH yang diduga hasil dari reward Investasi Ilegal MiMiles disita polisi.

RIAU24.COM - PEKANBARU - Kasus investasi ilegal MeMiles PT Kam dan Kam yang saat ini tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, ternyata juga menyeret seorang pejabat di Provinsi Riau.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arief Setyawan saat ditemui awak media di Ditreskrimsus Polda Riau, Selasa, 14 Januari 2020 sore membenarkan hal tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Riau untuk pengembangan kasus investasi MeMiles. Saat ini pria berinisial MH tengah diperiksa sebagai saksi," ungkap Kombes Gidion.

Dikatakannya MH ini telah lama ikut serta sebagai member di aplikasi MiMiles tersebut, dari hasil pemeriksaan diketahui MH telah mendapatkan reward.

"Dia (MH_red) sudah mendapatkan reward berupa dua unit mobil, satu unit Fortuner dan Satu Pajero," sebutnya.

Keikutsertaan Hilal di investasi MeMiles  diketahui dari sebuah video Youtube berisi mengenai testimoni dari berbagai pihak yang menerima reward atau hadiah dari MeMiles.

Dalam video itu, Hilal menyampaikan testimoni tentang reward yang didapatnya dari MeMiles.

Gidion mengatakan pihaknya berkomitmen akan mengembalikan aset masyarakat sebanyak-banyaknya,  "Semua reward kita keep, kita kembalikan dalam konteks penyidikan," pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh MH saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi PAS di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAm (Kemenkumham) Riau.

Gideon menyebutkan, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lain dalam investasi bodong itu.

Sebelumnya, polisi menangkap 4 orang tersangka dalam kasus investasi ilegal MeMiles PT Kam and Kam. Keempatnya yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Eva Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap empat artis ternama Ibukota terkait kasus investasi bodong beromset ratusan miliar tersebut.