Menu

Usai Dicopot, Viral Cerita Skandal Perselingkuhan Ari Askhara Dengan Pramugari Hingga Berani Tantang Istri Sah

Riko 8 Dec 2019, 13:18
Foto (internet)
Foto (internet)

RIAU24.COM -  Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitu ungkapan yang layak disematkan kepada sosok Eks Dirut Garuda Ari Askhara. Ari Askhara sendiri sempat ramai diperbincangan usai ia terseret kasus penyelundupan Harley Davidson. Pria bernama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra diketahui memang menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Garuda.

Berikut skandal yang dilakukan Ari Askhara mulai dari Selingkuh hingga berani tantang istri sah. 

Merugikan negara

Kasus yang menjeratnya pertama kali terungkap berkat kinerja petugas Bea Cukai yang menemukan barang-barang ilegal milik Dirut Garuda, di lambung pesawat baru milik PT Garuda Indonesia (Persero) Airbus A330-900. Melansir dari Kompas, berdasarkan penyataan Menkeu Sri Mulyani, gara-gara perbuatan nakalnya, sang Dirut merugikan negara hingga mencapai Rp 1,5 miliar.

"Dengan demikian, total kerugian negara potensinya adalah Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar," ujar Sri Mulyani.

Beredar skandal perselingkuhan Dirut Garuda dengan pramugari

Tak hanya menyelundupkan barang ilegal, ternyata Ari Askhara miliki sederet skandal mengagetkan dan dibongkar karyawannya sendiri. Melansir dari situs Seword, Ari Askhara diduga kuat berselingkuh dengan pegawainya sendiri yang berinisial PNR yang merupakan seorang pramugari. Berdasarkan postingan yang diunggah Twitter bernama @digeeembok yang diunggah ulang oleh akun Instagram tante.officially pada Kamis (5/12/2019), sederet bukti perselingkuhan keduanya dibeberkan.

Dalam postingan Twitter @digeeembok diungkapkan Ari bahkan rela memanjakan sang selingkuhan menggunakan uang perusahaan. Sang dirut bahkan nekat menggunakan uang tersebut untuk kepentingan operasi plastik sang selingkuhan.

Cerita dibongkar oleh sebuah akun twitter

Fakta-fakta tersebut terungkap karena sang selingkuhan memang gemar memposting operasi plastik yang dilakukannya di media sosial pribadinya. Dalam postingan akun Instagram tante.officially, terungkap juga jika sang selingkuhan memang bertindak layaknya 'selir' yang harus selalu dituruti keinginannya.

Berdasarkan cerita yang diungkapkan, seorang manajer bahkan bisa dimutasi jadi OB gara-gara tak menuruti keinginannya. Saat itu, sang selir selingkuhan memang tengah berada di Osaka Jepang, ia kemudian meminta Manager Area untuk membantunya ke Rumah Sakit dengan dalih untuk beobat. Namun tak hanya berobat, sang selingkuhan rupanya ingin melakukan operasi plastik juga dan memermak hidungnya.

Manajer Area diturunkan pangkat jadi OB karena tak patuhi 'selir'

Tak mau menyalahi aturan, sang Manager Area menolak dan tak bisa memberikan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi sang selir. Akibatnya, sang selir selingkuhan Ari murka dan mengadukan insiden tersebut. Setelahnya, sang Manager Area langsung dipulangkan ke Jakarta dan disuruh menjadi Office Boy (OB) di Terminal 3 crew centre.

Kegiatan 'selir' beberapa hari sebelum kasus Dirut Garuda mencuat

Seakan tak tahu malu, sang selingkuhan bahkan terus menerus pamer operasi plastik yang dilakukannya di Osaka di laman story miliknya. Bahkan beberapa hari sebelum kasus penyelundupan Harley Davidson terkuak, sang selingkuhan masih pamer perawatan tanam benang yang dilakukannya di London.

Bahkan berani tantang istri sah

Tak hanya itu, tabiat buruk sang selir yang tak tahu malu lainnya juga terungkap. Paling parah ialah saat ia nekat datang ke Bali dan menantang istri sah Ari Askara yang bernama Dewi Dyana. Saat itu PNR bahkan mengatakan akan menunjukkan video-videonya bersama Ari yang disimpan di ponselnya. 

Eks Dirut Garuda resmi dicopot

Sementara itu, usai segala skandal dan perbuatan buruk Ari Askhara dan selingkuhannya terkuak, banyak orang termasuk karyawannya sendiri meminta jabatan Ari dicopot. Kemudian tepat pada Kamis (5/12/2019) kemarin, Erick Thohir resmi mencopot jabatan sang dirut.

"Dengan itu, saya akan memberhentikan Saudara Direktur Utama Garuda dan tentu proses ini kami, karena Garuda adalah perusahaan publik, akan ada prosedur lainnya," kata Erick Thohir dikutip dari Kompas.

 

Sumber: Merdeka