Menu

Penyidik Reskrim Polres Bengkalis Lakukan Penyelidikan Pasca Insiden Road Race

Dahari 16 Jul 2019, 15:53
Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan, S.I.K/int
Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan, S.I.K/int

RIAU24.COM -  BENGKALIS - Kepolisian Resort Polres Bengkalis akan mulai melakukan penyelidikan terkait adanya insiden road race kejuaraan daerah (Kejurda) Balap Motor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Korwil Bengkalis yang menelan satu orang penonton meninggal dunia setelah ditabrak peserta balap, pada Minggu 14 Juli 2019 lalu.

Korban adalah Muhammad Syukur (20) warga Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis. Dan pada hari ini, Selasa (16/7/19) penyidik Polres Bengkalis mengagendakan akan melakukan klarifikasi sejumlah saksi terkait Kejurda Balap Motor berujung malapetaka tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto, S.I.K, M.H melalui Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan, S.I.K kepada sejumlah wartawan.

"Terkait insiden road race dan menelan korban jiwa seorang penonton yang terjadi Ahad lalu, kita sejak Senin kemarin sudah mulai melakukan penyelidikan. Dan hari ini kita agendakan mengkonfirmasi ke sejumlah saksi-saksi termasuk panitia penyelenggara hingga keluarga korban atau yang sedang berada di lokasi kejadian,"kata Kasat Reskrim AKP Andre Setiawan.

Diberitakan sebelumnya, korban atas nama Muhammad Syukur, Senin (15/7/19) sekitar pukul 01.40 WIB dinihari dinyatakan meninggal dunia meskipun sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bengkalis setelah mendapat musibah tersebut.

Diketahui, Kejurda Balap Motor 2019 ini berlangsung di sirkuit non permanen yaitu di Jalan Sudirman Lapangan Tugu, Kota Bengkalis. Saat itu, peristiwa terjadi setelah dua pengendara bersenggolan dan jatuh hebat di depan tikungan arena Jalan Kartini (depan Kantor Diskominfotik) - Jalan Perwira yang menghantam seorang penonton saat  menyaksikan balapan tersebut.

Akibat benturan itu, seorang pembalap dan penonton terpental menjebol pembatas sirkuit, kemudian terseret hingga ke halaman parkir Kantor Diskominfotik. Road race ini juga sempat terekam di CCTV dan kamera penonton yang sempat menghebohkan kalangan warga net di media sosial (Medsos).

Menurut informasi dilapangan, korban Muhammad Syukur mengalami patah tulang paha, rusuk dan luka pada leher.

Keluarga korban, Muhammad Syukur menyampaikan bahwa korban sempat melewati masa kritis dan akan menjalani perawatan di ruang inap lantai tiga RSUD Bengkalis. Korban dinyatakan meninggal dunia Senin (15/7/19) diniharinya.

"Sebelum meninggal, adik saya sempat melewati masa kritis, dan bisa berbicara. Kemudian akan dirawat inap ke lantai tiga RSUD Bengkalis. Tetapi nasibnya berkata lain, sekitar pukul 01.40 WIB meninggal dunia,"ujar abang kandung korban, Muhammad Amin ketika ditemui di rumah duka kemarin.

Diutarakannya, korban merupakan anak keempat dari lima bersaudara, dan masih berstatus seorang mahasiswa di Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) semester tujuh dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Bantan, Gang Pusara, Jalan Bantan, Desa Senggoro.***


R24/phi/hari