Menu

Ajak Warga Palestina Bunuh Orang Yahudi di Seluruh Dunia, Tokoh Hamas Ini Panen Kecaman

Satria Utama 16 Jul 2019, 09:56
ilustrasi
ilustrasi

RIAU24.COM -  Pernyataannya Fathi Hamad, seorang anggota badan politik utama Hamas memicu amarah dari para pejabat Israel dan Palestina. Pasalnya, ia  mendorong warga Palestina di seluruh dunia untuk membunuh orang-orang Yahudi.

Dalam sebuah video berisi pidato kepada peserta aksi protes mingguan Jumat lalu, Fathi Hamad, menyerukan agar warga Palestina di seluruh dunia untuk melakukan serangan. "Jika pengepungan ini tidak dibatalkan, kami akan meledak di hadapan musuh-musuh kami, dengan izin Tuhan. Ledakan itu tidak hanya akan terjadi di Gaza tetapi juga di Tepi Barat dan di luar negeri, insya Allah," kata Hamad, seperti dikutip AFP, Selasa (16/7/2019).

Juru bicara Perdana Menteri Israel, Ofir Gendelman, mengatakan komentar itu menunjukkan tentang siapa Hamas itu sebenarnya. "Hamas berada di balik kerusuhan di perbatasan Gaza. Hamas ingin membunuh orang-orang Yahudi di seluruh dunia," kata Gendelman.

"Sekarang Anda tahu mengapa kami melindungi perbatasan dengan Gaza dari Hamas."

Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina yang berbasis di Tepi Barat, yang tidak seperti Hamas dan mengakui Israel, mengutuk komentar Hamad.

"Nilai-nilai adil dari perjuangan Palestina termasuk cinta untuk kebebasan, keadilan, dan kesetaraan. Pernyataan menjijikkan dari pemimpin Hamas Mr Fathi Hamad tentang orang-orang Yahudi tidak mewakili mereka," cuitnya di twitter.

Dalam sebuah pernyataan Senin malam, Hamas juga menolak kata-kata yang yang dilontarkan Hamad. "Komentar ini tidak mewakili posisi resmi gerakan dan kebijakannya yang konsisten dan diadopsi, yang mengatakan konflik kita adalah dengan pendudukan (Israel) yang menduduki tanah kita dan menodai tempat-tempat suci kita; bukan konflik dengan orang-orang Yahudi di seluruh dunia atau Yudaisme sebagai agama," ujar juru bicara Hamas.

Sejak Maret 2018, Palestina melakukan aksi protes mingguan, yang tak jarang berakhir dengan bentrokan, yang didukung Hamas di sepanjang perbatasan Gaza-Israel.Setidaknya 295 warga Palestina dan tujuh warga Israel terbunuh dalam kekerasan di Gaza.

Jumlah korban Israel baru-baru ini naik menjadi tujuh setelah seorang perempuan berusia 89 tahun jatuh dan tewas saat menyelamatkan diri dari ledakan bom saat aksi kekerasan pada Mei.

Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara lainnya.***

 

R24/bara