Menu

Tak Mau Kalah Gertak, Amerika Kirim Rudal Patriot dan dan Drone ke Timur Tengah

Satria Utama 20 Jun 2019, 09:30
Rudal Patriot
Rudal Patriot

RIAU24.COM -  WASHINGTON - Meski kerap mengatakan tidak ingin perang terbuka dengan Iran, namun Amerika Serikat tetap melakukan langkah-langkah untuk mempersiapkan serangan terhadap negara timur tengah tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan pernyataan yang dikeluarkan Pentagon seiring dengan pengiriman ribuan pasukan berikut rudal Patriot, pesawat tak berawak (drone) dan pesawat pengawas berawak ke Timur Tengah.

Perkembangan terakhir terjadi beberapa hari setelah pejabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan mengumumkan pada hari Senin bahwa AS akan mengirim 1.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah untuk melawan dugaan agresi Iran.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada saat itu, Shanahan menyatakan bahwa prajurit itu akan digunakan untuk tujuan pertahanan untuk mengatasi ancaman udara, laut dan darat di wilayah tersebut.

"Serangan Iran baru-baru ini mengesahkan intelijen yang andal dan kredibel yang kami terima atas perilaku bermusuhan oleh pasukan Iran dan kelompok proksi mereka yang mengancam personel dan kepentingan AS di seluruh kawasan," tambah pernyataan itu seperti dilansir sindonews.

Awal pekan ini AS mengklaim Iran harus disalahkan atas sejumlah serangan terjadap kapal tanker yang terjadi baru-baru ini. Namun Iran telah berulang kali menolak tuduhan tersebut.

"Serangan Iran baru-baru ini mengesahkan intelijen yang andal dan kredibel yang kami terima atas perilaku bermusuhan oleh pasukan Iran dan kelompok proksi mereka yang mengancam personel dan kepentingan AS di seluruh kawasan," tambah pernyataan itu.

Di pihak lain, Iran kerap mengancam keberadaan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ancaman terbaru disampaikan komandan pasukan Garda Revolusi Iran Hossein Salami. Ia mengatakan, rudal balistik berpresisi tinggi Iran dipastikan dengan mudah menghantam kapal induk AS yang berada di laut.

"Rudal-rudal ini dapat menghantam kapal induk di laut dengan presisi yang tepat. Mereka diproduksi di dalam negeri dan sulit untuk dicegat serta dihantam dengan rudal lain," kata Salami seperti dilansir SIndonews dari Sputnik, Rabu (19/6/2019).

Salami tidak merinci jenis rudal yang dia maksud. Pernyataannya mengikuti komentar minggu lalu oleh komandan pasukan pertahanan Iran yang memperingatkan musuh untuk tinggal sejauh mungkin dari perbatasan Iran di tengah lonjakan ketegangan regional.***


R24/bara