Menu

Banjir Pekanbaru Memakan Korban, Noviwaldy Desak Walikota Segera Perbaiki Drainase

Riko 18 Jun 2019, 17:16
Noviwaldy Jusman
Noviwaldy Jusman

RIAU24.COM -  Anggota DPRD Riau dapil Pekanbaru Noviwaldy Jusman  mendesak walikota Pekanbaru Firdaus MT untuk segera memperbaiki drainase yang ada di kota bertuah ini.  Hal ini dimintanya menindaklanjut jatuhnya satu orang korban meninggal akibat banjir yang terjadi di jalan Lobak pada hari Selasa 18 Juni 2019 pagi. 

"Sebenarnya masalah banjir ini kita sudah tahu cara menangulanginya, adapun cara membenahi drainase Pekanbaru yaitu membangun waduk-waduk resisten yang sudah direncanakan, "katanya. Selasa 18 Juni 2019 

Tapi jika saat ini sudah ada korban yang meninggal, Dia meminta pembenahan drainase ini dapat disegerakan, sebab kondisi ini sifanya sudah mendesak. 

"Dan inilah waktunya berbuat sesuai Masterplan yang dibuat yaitu dengan membuat title engineering desainya dan segera membangun drainase di Pekanbaru. Dan semuanya drainase harus terintegrasi berhubungan satu sama lainya. Tapi jika Pemerintah kota tidak sanggup silahkan berkoordinasi, sebab Saya sendiri punya program untuk membuat waduk resisten dan pembenahan drainase di seluruh kota Pekanbaru,"terangnya. 

Dedet sapaan Noviwaldy Jusman, juga mengakui dirinya tidak meragukan keahlian dari walikota Pekanbaru dalam penanganan banjir ini, sebab Firdaus orang yang mengerti akan pengairan. 

 
"walikota besiknya pengairan artinya beliau lebih memahami hal itu. Dan saya juga siap mendukung dan berkerja sama dengan Pemerintah kota.  Sebab kepuasan kami apabila drainase Pekanbaru sudah baik dan tidak banjir. Disanalah target kinerja boleh dikatakan sudah memuaskan,"pungkasnya.. 

Dedet juga menjelaskan sebagai DPRD Riau dapil Pekanbaru pihaknya menginginkan Pekanbaru 2025 bebas akan banjir.  Maka dari itu kemampuan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki walikota sangat diperlukan saat ini. 

Ditanya soal penanganan banjir sebelumnya di dalam kepemimpinan walikota Pekanbaru Firdaus,  politisi Demokrat ini menegaskan ada dua poin kelemahan yang dilihatnya diantaranya pertama pembangunan drainase oleh pemko diluar kaedah perairan, dan kedua warga Pekanbaru tidak peduli kondisi drainase yang ada di depan mata mereka. 

"Dua kelemahan ini menjadi penyebab banjir. Tapi jika kedua ini saling berjalan, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) dipastikan tidak akan terjadi banjir.  Maka dari itu yang perlu dibangun saat ini adalah drainase dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang komitmen mereka terhadap lingkungannya, yang tidak acuh terhadap kebersihan seperti penumpukan sampah di mata mereka seharusnya mereka bergotong royong membersihkanya, "tuturnya.

Diberitakan sebelumnya,  seorang wanita dilaporkan hanyut. Lokasi kejadiannya, di Jalan Lobak dekat penurunan depan Madrasah Aliyah Kelurahan Delima, Pekanbaru.

Menurut pihak Basarnas, korban ini tengah mengendarai sepeda motor lalu terjatuh. Nahas, korban kemudian terseret arus air yang cukup deras, pasca hujan melanda.

"Korban berjenis kelamin perempuan. Kita yang mendapat laporan langsung melakukan pencarian di seputaran arus air," kata Kasubsi Ops SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas Pekanbaru Jecky Chen.

Korban diketahui bernama Yeni berumur 25 tahun. Pasca ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Proses pencarian dan evakuasi juga melibatkan kepolisian hingga masyarakat.

Selain memakan korban jiwa, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan di Pekanbaru, diantaranya Jalan HR Soebrantas. Wilayah tersebut memang rutin banjir bila hujan turun, salah satunya akibat buruknya drainase.