Menu

Jual Rujak Cingur Hingga Rp60 Ribu, Pedagang Ini Panen Makian

Siswandi 11 Jun 2019, 10:31
Marmila memperlihatkan satu porsi rujak cingur yang dijualnya. Foto: int
Marmila memperlihatkan satu porsi rujak cingur yang dijualnya. Foto: int

RIAU24.COM -  Nama Marmila (43) seorang penjual rujak cingur di Surabaya, tiba-tiba saja menjadi viral di media sosial. Hal itu setelah ia diketahui menjual makanan khas daerah itu hingga mencapai Rp60 ribu per porsi.

Sejak videonya viral, Marmila mengakui mengalami beragam pengalaman tak mengenakkan. Saat ini, ia kerap diteror dan dimaki orang yang tak dikenalnya. Aksi itu ia alami melalui teleponnya. Bahkan, lapak dan barang peralatannya untuk berdagang, juga dirusak dan dibuang orang tak dikenal.

Tak hanya itu, ia juga sudah didatangi sejumlah pejabat kelurahan dan kecamatan setempat. Mereka datang langsung ke lapaknya untuk menanyakan, apakah benar ia menjual rujak sampai seharga Rp60 ribu per porsi.

"Kejadiannya itu kan Sabtu (8/6/2019). Sehabis itu saya selalu diteror, ditelepon, di SMS ngomongnya nggak karu-karuan seperti rujak larang (mahal), rujak gak enak seperti..... mau beli nggak apa-apa. Nggak mau beli juga nggak apa-apa. Langgananku juga masih banyak," ungkapnya, kepada detik, Selasa 11 Juni 2019.

Marmila sendiri mengaku tak mau menduga-duga, apakah yang merusak lapaknya itu masih dengan orang-orang sama yang merekamnya yang kemudian memviralkan ke media sosial.
Namun menurut pengakuannya, orang- orang yang membeli rujaknya dan merekamnya sehingga viral dari empat orang pria muda yang mengaku dari daerah Bulak Banteng, Surabaya.

Ditambahkannya, sejak video itu viral, ia sudah didatangi sejumlah pejabat kelurahan dan kecamatan setempat.

"Iya didatangi sama Satpol PP, bu lurah, wakapolsek, tentara sama orang-orang pejabat itu. Mereka datang semua dan wawancara sama saya semua. Bu lurah tadi cuma bilang gini 'ndak masalah mbaknya jual harga segitu. Yang penting satu bersih dan nanti dikasih label harga' dan saya jawab setuju. Nanti saya pesan bannernya pasang label harganya," ujarnya lagi. ***