Menu

Demo di DPRD Riau, Pagar dan Pintu Kaca Dirusak Oknum Mahasiswa

Riko 21 May 2019, 21:32
kaca Pintu masuk DPRD Riau pecah karena dirusak oleh oknum mahasiswa yang memaksa ingin masuk
kaca Pintu masuk DPRD Riau pecah karena dirusak oleh oknum mahasiswa yang memaksa ingin masuk

RIAU24.COM -  Akibat tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung DPRD Riau, oleh anggota polisi,  puluhan mahasiswa yang berdemo di kantor DPRD Riau langsung anarkis. Sejumlah pagar,  pintu kaca hingga meja dirusak oleh mahasiswa. Selasa 21 Mei 2019.

Seperti diketahui,  sebelum masuk ke dalam kantor DPRD Riau,  mahasiswa sempat melakukan orasi dan memblokir jalan Sudirman melalui pengeras suara. Tapi sayang aksi mahasiswa tidak membuahkan hasil.  Saling dorong dan pukul terjadi di depan pagar kantor DPRD Riau dengan polisi dan Satpol PP. 

Beberapa mahasiswa dan polisi dilaporkan menjadi korban luka-luka dalam aksi tersebut. Dalam aksi demo itu polisi juga sempat menyiramkan mahasiswa dengan air mengunakan mobil watercanon untuk membubarkan massa. 

Tapi sayangnya mahasiswa tidak pantang menyerah dan terus melakukan perlawanan. Alhasil mahasiswa mencoba mendobrak pagar besi samping DPRD Riau yang tidak dijaga ketat oleh aparat kepolisian hingga hasilnya mahasiswa bisa masuk. 

Didalam halaman kantor DPRD Riau sendiri pantauan Riau24.com mahasiswa dan polisi juga sempat terjadi adu mulut karena mahasiswa memaksa masuk kedalam  ruangan paripurna DPRD Riau. Hasilnya lagi mahasiswa juga tidak diperbolehkan masuk. Nah mulai dari sanalah mahasiswa mulai anarkis dengan masuk ke pintu samping kantor DPRD Riau dengan merusak pintu kaca, bangku  serta meja.  Polisi sendiri terlihat tidak bisa berbuat apa-apa lantaran kalah banyak dengan jumlah mahasiswa.  Dari pihak DPRD Riau sendiri belum ada yang bisa menemui dan menenangkan mahasiswa. 

Hengky Primana Presiden Mahasiswa UIR Koordinator Pusat BEM Nusantara mengatakan aksi mahasiswa serentak se Indonesia ini tujuanya tidak lain mengkritik pemerintah dari reformasi sampai sekarang  yang dinilai tumpang tindih dalam penegakkan hukum mulai dari Pelanggaran HAM di Indonesia, Ketidakstabilan Ekonomi Rakyat , dan hukum yang tumpul keatas tajam ke bawah. 

"maka dari itu pada hari ini kami menuntut kepada pemerintah sekarang maupun yang akan terpilih di kontestasi politik 2019 untuk menyelesaikan permasalahan ini, " kata Hengky. 

Menurut Hengky, kegelisahan ini terus timbul karena keluh kesah masyarakat yang hidup di Negeri kaya tetapi rakyat nya masih sengsara dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia belum bisa di capai. "Untuk kami mengajak seluruh Mahasiswa diseluruh Nusantara ikut turun kejalan berjuang bersama memperjuangkan hak Rakyat Indonesia pada, " terangnya. 

Berikut diantara tuntutan mahasiswa di depan kantor DPRD Riau. 

1. Usut tuntas kematian 4 aktivis Trisakti pada masa orde Baru  diantaranya Munir, hingga Novel Baswedan, dan stop kriminalisasi mahasiswa

2. stabilisasikan perekonomian bangsa seperti stabilkan harga pertanian dan kebuh (Sawit,  karet,  kelapa,  Gambir).