riau24

Menikah Lima Tahun, Ternyata Istri Berasal Dari Hubungan Terlarang, Harus Nikah Ulang?

Sabtu, 12 Januari 2019 | 20:06 WIB
Hamil setelah nikah (foto/ilustrasi) Hamil setelah nikah (foto/ilustrasi)

RIAU24.COM -  Sabtu 12 Januari 2019, Agama Islam sangat mewanti-wanti hubunga antara pria dan wanita. Perbuatan zina sangat dilaranf bahkan dilaknat, dan termasuk dosa besar. 

Seorang jamaah pernah bertanya kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang status pernikahannya. Sebab ternyata istrinya berasal dari hubungan terlarang oleh mertuanya. 



BACA JUGA : Jual Beli Ginjal Haram? Ustaz Abdul Somad Jawab Begini

"Apa yang harus dilakukan pasangan kami suami istri. Mengingat setelah menikah lima tahun baru diketahui ternyata istri saya lahir dari hubungan terlarang. Istri saya lahir setelah lima bulan pernikahan mertua saya. Sementara yang menikahkan kami itu bapak mertua saya?" tanya jamaah dalam channel @tafaqquh video. 



BACA JUGA : Merinding, Ini Maksiat Yang Langsung Dibalas Allah Saat Di Dunia, No 1 Sering Dilakukan

Mendapat pertanyaan ini Ustaz Abdul Somad (UAS) sampaikan bahwa Islam tidak sembarangan memandang urusan pernikahan. "Laki-laki dan perempuan melakukan hubungan terlarang, lalu dinikahkan setelah hamil 5 bulan. Lalu apa yang terjadi? Ada empat efeknya. Pertama anak yang lahir tidak boleh pakai bin atau binti bapaknya. Kedua jika yang lahir pertama anak laki-laki, lalu dia punya adik perempuan. Maka abangnya tidak bisa jadi wali bagi adiknya yang perempuan. Karena mereka tidak se Ayah, tapi se Ibu. Sementara saudara se Ibu tidak bisa jadi wali," jawab Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam video berjudul
"Tanya Jawab (Mesjid Gorontalo)- Ustaz Abdul Somad). 

"Ketiga, jika si Ayah mati. Maka anak tidak mendapatkan harta warisan. Karena tidak punya hubungan nasab. Keempat, anak yang lahir pertama ternyata perempuan. Ketika dewasa mau dipinang orang. Maka si bapak tidak bisa jadi walinya. Walinya siapa? Walinya wali hakim dari KUA," jelas Ustaz Abdul Somad (UAS). 

"Lalu yang jadi masalah anak ini sudah dinikahkan. Dan ayahnya yang menjadi wali. Maka ada satu pendapat dari Ibnu Taymiyah dalam Kitab Majemuk Fattawa. Kalau sudah terlanjur begitu, maka dianggap sah. Itulah pendapat yang paling bawah. Tapi jangan dipakai buat yang belum kejadian. Yang kasus ini, karena sudah terlanjur, apa boleh buat," jawab Ustaz Abdul Somad (UAS). 

Tanya jawab menarik bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) bisa disimak di media sosial (Medsos) instagram atau youtube. Hanya saja sebaiknya menonton sampai tuntas, supaya tidak gagal paham. 

PenulisR24/riki


Loading...

loading...

Terpopuler