riau24

DIduga Karena Cemburu, Pria Ini Hantam Kepala Istrinya dengan Batu, Lalu Ia Menyayat Urat Nadinya Sendiri

Kamis, 10 Januari 2019 | 09:52 WIB
ilustrasi ilustrasi

RIAU24.COM -  CIREBON - Kalau sudah terbakar api cemburu, mata pun jadi gelap. Akibatnya, perbuatan sadis pun tega dilakukan. Inilah yang dialami Arkati, warga Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Arkati tega membunuh istrinya, Sania, secara keji, Rabu 9 Januari 2019. Ia menghantam kepala istrinya dengan dengan batu besar hingga kepalanya pecah dan bersimbah darah.

Melihat sang istri meregang nyawa di dapur rumahnya, Arkati pun panik. Ia mencoba bunuh diri dengan menyayat urat nadinya. Warga sekitar pun gempar begitu mengetahui kejadian tersebut.

Menurut informasi Yadi Gunawan, tetangga korban, peristiwa kekerasan dalam rumah tangga ini pertama kali diketahui oleh anak korban yang curiga dengan suara keras di dalam rumah. Ia pun mencoba masuk ke dalam, namun semua pintu terkunci. Akhirnya sang anak nekat memanjat atap rumah. Namun alangkah terkejutnya ia mendapati kedua orang tuanya sudah bersimbah darah.

“Sania menderita luka hantaman benda tumpul dan sayatan senjata tajam pada bagian wajah. Sedangkan arkati menderita luka sayatan pada lengannya setelah mencoba bunuh diri seusai melakukan perbuatan kejinya,” kata Yadi Gunawan.

Arkati yang kondisinya sekarat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk menjalani perawatan intensif. Sedangkan jenazah istrinya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu.

Petugas Satreskrim Polres Cirebon yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa keterangan dari sejumlah saksi. Dari hasil olah TKP awal diketahui pasangan suami istri ini terlibat cekcok sebelum akhirnya terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan sania tewas di lokasi kejadian.

“Diduga motif pembunuhan ini berasal dari rasa cemburu suami terhadap istrinya yang belakangan sifatnya berubah dan kurang melayani,” kata Kapolres Cirebon AKBP Suherman seperti dilansir sindonews, Kamis (10/1/2018).

 

R24/bara

PenulisR24/bara


Loading...

loading...