riau24

Perang Melawan Narkoba, Ini Yang Dilakukan BNNK Kuansing Selama 2018

Jumat, 28 Desember 2018 | 13:34 WIB
Kepala BNNK Kuansing, Wim Jefrizal, menyampaikan press release akhir tahun 2018/zar Kepala BNNK Kuansing, Wim Jefrizal, menyampaikan press release akhir tahun 2018/zar

RIAU24.COM -  TELUK KUANTAN - Kabupaten Kuantan Singingi yang menjadi daerah lintasan peredaran narkoba, sangat perlu dilakukan langkah pencegahan dan pemberantasan yang dilakukan pemerintah melalui BNNK Kuansing

BNNK sebagai garda terdepan dalam penanganan narkoba, pada tahun 2018 ini melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) telah melakukan kegiatan P4GN kepada pelajar/mahasiswa, instansi pemerintah, pekerja dan kelompok masyarakat lebih kurang 25.361 orang.

BNNK Kuansing juga telah membentuk 60 orang relawan anti narkoba yang terdiri unsur institusi pendidikan (10 instansi) dan kelompok masyarakat 5 instansi. BNNK juga telah membentuk 110 orang penggiat anti narkoba dari instansi uemerintah sebanyak 30 orang, dunia usaha/swasta 30 orang). Sementara untuk test urine sudah dilakukan terhadap 200 orang.

Kepala BNNK Kuansing, Wim Jefrizal, SH menyebutkan  BNNK Kuansing sudah berdiri sejak September 2013, sampai sekarang sudah memasuki tahun ketujuh. Sejak awal 2013 memiliki pegawai masih minim dan sampai sekarang sudah mencapai belasan orang.

"Alhamdulillah pada tahun 2018 ini, BNNK Kuansing sudah ada yang menjadi Penyidik satu orang," ungkapnya yang didampingi Kasi P2M Rina Astuti, A.Md. S.Kep, Kasi Rehabilitasi, Kasi Pencegahan Yenni.

Kegiatan P4GN dilakukan oleh BNNK kepada instansi pemerintah, pegawai swasta, pelajar/mahasiswa, kelompok masyarakat sebanyak 25.361 orang." Untuk informasi P4GN melalui tatap muka juga dilakukan sebanyak 14.709," terangnya.

Begitu juga jumlah relawan yang telah dibentuk BNNK Kuansing sebanyak 60 orang dari institusi pendidikan dan organisasi kelompok masyarakat. Dan jumlah instansi yang sudah diadvokasi, yang sudah memiliki regulasi terkait P4GN dan membentuk relawan anti narkoba sebanyak 11 advokasi.

"Dari 200 orang yang dilakukan test urine, diketahui sebanyak 5 orang yang terindikasi positif narkoba dan akhirnya dilakukan rehab oleh BNNK Kuansing," ujarnya.

Sedangkan pada tahun 2019 mendatang, BNNK Kuansing akan membuat Program Desa Bersinar di seluruh Kuansing, dengan cara melakukan sosialisasi dan media massa secara langsung," tukasnya.(***)

 

R24/phi

 

PenulisR24/zar


Loading...

loading...

Terpopuler